Kudhi pada Candi Sukuh Kudhi pada Candi Sukuh Kudi atau kudhi adalah alat bantu pekerjaan untuk membelah atau memotong benda keras, seperti parang. Sebagaimana parang, kudi hanya memiliki satu sisi tajam, berbentuk agak melengkung menyerupai celurit tetapi bagian pangkalnya membesar. Bentuk kudi yang lebih langsing dapat dipergunakan sebagai senjata. Senjata kujang dianggap sebagai kembangan dari kudi. Asal kata "kujang" konon adalah "kudi hyang" atau "kudi milik dewa". Tokoh pewayangan Bagong versi Banyumas, dinamakan Bawor, digambarkan mengenakan kudi sebagai senjata pegangannya (curiga). Oleh orang Banyumas, kudi dianggap sebagai salah satu identitas budaya Asal muasal kudhi menurut mitos hampir sama dengan penciptaan wayang kulit oleh para wali. Wayang kulit merupakan kreasi dari para wali penyebar Agama Islam. Karena sepintas lekuk bentuk perut kudhi mirip dengan bentuk Kata Allah, maka kudhi identik dengan perkembangan Islam di Banyum...
Mahar Rp.1.888.900 . JALAK SANGU TUMPENG . adalah salah satu bentuk dhapur keris lurus, ukurannya sedang. Gandik-nya polos, memakai pejetan, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan dan tingil. Akan tetapi bisa dikatakan sangat sulit untuk menemukan Jalak Sangu Tumpeng yang masih mempinyai tingil, biasanya sudah terkena korosi. Ricikan lainnya tidak ada. Diantara para pecinta keris banyak yang beranggapan bahwa keris ber-dhapur Jalak Sangu Tumpeng ini umumnya mempunyai tuah yang membuat pemiliknya mudah mencari rezeki. Itulah sebabnya, keris ini biasanya dimiliki oleh para pedagang, pengusaha, atau pegawai bank, dan profesi sejenisnya. Seperti halnya Dhapur Sengkelat, keris Dhapur Jalak Sangu Tumpeng begitu populer dan mendapat tempatnya tersendiri bagi masyarakat Jawa. Tak heran Keris Jalak Sangu Tumpeng sering dijadikan Pusaka Warisan Keluarga turun temurun. Bentuk Jalak Sangu Tumpeng, maknanya adalah sudah yakin, artinya adalah rezeki dari Allah. Mak...
Komentar
Posting Komentar